13. BK

KESIAPAN MENGHADAPI UN
A.KESIAPAN MENTAL DALAM BELAJAR

       Kalau kita membaca judul di atas maka kita dapat mengatakan bahwa pertanyaan tersebut sangat sederhana, tetapi kalau kita mau menjawab secara benar dan jujur maka kita semua perlu sekali untuk merenung sejenak sebelum menjawab pertanyaan yang sederhana tersebut. Jawaban dari pertanyaan yang sederhana tesebut antara peserta didik yang satu akan berbeda dengan yang lain. Mungkin ada sekelompok peserta didik yang menjawab: ”saya belum siap sama sekali untuk ujian”.,Mungkin ada yang menjawab: ”saya cukup siap untuk ujian”. dan juga ada sekelompok siswa yang menjawab: ”saya sudah sangat siap untuk ujian”.
       Tugas pokok seorang peserta didik (pelajar) adalah belajar, yang mana sudah cukup lama kurang lebih 10 (sepuluh) tahun peserta didik yang duduk di bangku kelas IX melaksanakan kegiatan yang disebut belajar. Namun tidak sedikit diantara para peserta didik yang tidak memiliki pengetahuan (ilmu) untuk belajar. Dengan kata lain kegiatan belajar itu perlu dipelajari (learning to learn). Learning to learn mengandung arti bahwa dalam kegiatan belajar itu peserta didik perlu sekali mempelajarinya, sehingga peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien. Dengan belajar efektif dan efisien maka peserta didik dapat belajar dengan hasil yang optimal.
       Sebelum melaksanakan kegiatan belajar, hal yang sangat penting adalah adanya kesiapan- kesiapan mental (psikis) yang harus dimiliki oleh para peserta didik. Dengan kata lain sebelum belajar para peserta didik perlu menyiapkan kondisi mental yang mendukung. Adapun kondisi mental yang harus disiapkan antara lain:
1.Motivasi
2.Konsenterasi
3.Rasa percaya diri

A.Motivasi Belajar
Sebagai ilustrasi, terjadi pada 3 (tiga) peserta didik yang mana peserta didik pertama yang tampak segan dalam belajar, karena tidak mengetahui kegunaan mata pelajaran sekolah. Hasil belajar peserta didik tersebut tergolong rendah. Seteleh guru memberi informasi tentang pentingnya kegunaan mata pelajaran, peserta didik tersebut mengubah perilaku belajarnya. Peserta didik tersebut tampak semakin rajin belajar dan hasil belajar akhir semester menjadi tergolong baik. Peserta didik kedua tampak segan belajar karena urusan pergaulan dengan teman sekolahnya. Awalnya peserta didik ke dua ini sangat rajin belajar dan termasuk siswa yang berprestasi dalam kelasnya. Tapi karena suatu hal, terjadi keretakan persahabatan dengan sahabat karibnya satu kelas. Keretakan hubungan tersebut mengubah perilaku belajarnya menjadi malas dan hasil belajarnya menurun. Setelah guru pembimbing menghubungi sekelas dan orangtua peserta didik tersebut, peserta didik tersebut mengubah perilaku belajarnya. Peserta didik tersebut tampak belajar lebih bersemangat, dan hasil belajarnya menjadi lebih baik. Peserta didik ketiga adalah peserta didik yang rajin dan bersemangat belajar tinggi. Padahal peserta didik tersebut juga mengalami keadaan yang mengganggu konsenterasi belajarnya, yang mana peserta didik tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga terpaksa masih tinggal bersama- sama keluarga orang tuanya (tinggal di rumah nenek). Namun demikian peserta didik tersebut mampu mengatasi gangguan dan hambatan belajarnya. Peserta didik tersebut menggunakan kesempatan jam istirahat untuk  belajar di perpustakaan, yang mana  pada saat yang sama teman-temannya ramai-ramai ke kantin. Dengan kesadaran yang tinggi tentang kondisi orangtua dan pentingnya masa depan, peserta didik ketiga selalu selalu pandai menggunakan waktu luang. Usaha yang dia lakukan ternyata tidak sia-sia, dia selalu  menduduki peringkat atas setiap penerimaan rapot.
       Dari tiga contoh peserta didik tersebut di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah adanya motivasi dalam diri peserta didik. Pada contoh peserta didik pertama, motivasi peserta didik yang rendah menjadi lebih baik setelah peserta didik memperoleh informasi yang benar Pada contoh peserta didik yang kedua motivasi dapat menjadi rendah dan dapat diperbaiki kembali. Pada contoh peserta didik ketiga, motivasi belajar tinggi karena memiliki kesadaran yang tinggi tentang masa depan dan ingin memenuhi harapan orang tua.
       Motivasi pada hakekatnya adalah suatu kekuatan atau dorongan psikis pada diri individu untuk melakukan kegiatan atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Motivasi belajar adalah suatu dorongan (keinginan) atau kekuatan mental pada peserta didik yang menjadi penggerak untuk belajar. Dari ulasan di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa motivasi sangatlah penting untuk dimiliki peserta didik dalam rangka untuk meraih kesuksesan dalam belajar.
       Dalam rangka keberhasilan ujian maka dalam belajarnya seorang peserta didik perlu sekali memiliki semangat yang tinggi, ulet dan pantang menyerah dalam belajarnya. Sesuai dengan hakekat belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengulang- ulang maka seorang peserta didik jika dalam belajar belum menguasai materi yang dipelajari dengan baik maka peserta didik tersebut haruslah bersemangat dan kerja keras untuk mengulang dan mengulang dalam mempelajari materi tersebut sampai benar- benar menguasainya dengan baik.

B.Konsenterasi
       Belajar  yang ideal sehari 4 (empat) jam dalam kondisi konsenterasi. Belajar lebih dari 4 (empat) jam tetapi tidak dengan konsenterasi maka hasilnya akan sia-sia dan membuang energi percuma. Sering terjadi dalam kegiatan belajarnya, peserta didik dalam belajar secara fisik duduk menghadapi buku pelajaran tetapi pikirannya melayang-layang tidak menentu. Selesai membaca halaman kedua tidak ingat lagi materi yang dipelajari pada halaman pertama. Atau saat membaca halaman ketiga sudah lupa apa-apa isi materi yang barusan dipelajari pada halaman sebelumnya. Kenapa demikian ? Jawabannya adalah sangat sederhana: karena pada saat peserta didik belajar tidak konsenterasi.
       Contoh gampang untuk memahami konsenterasi adalah seorang pemburu burung atau binatang lainnya yang bersenjatakan senapan. Dalam menembak sasaran seorang pemburu perlu sekali memiliki daya konsenterasi yang tinggi. Tanpa daya konsenterasi yang tinggi sasaran tembak akan meleset tidak mengenai sasaran. Belajar pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan peristiwa seorang pemburu dalam menembak buruannya.   
       Konsenterasi pada dasarnya adalah pemusatan fikiran (fokus) pada segala sesuatu yang sedang dihadapi. Konsenterasi belajar adalah kemampuan peserta didik untuk memusatkan pikiran dan perasaan (perhatian) pada pelajaran yang sedang dipelajari. Daya konsenterasi pada individu pada dasarnya bisa ditumbuh kembangkan. Menumbuh kembangkan konsenterasi dapat dilakukan dengan latihan berulang-ulang. Berdasarkan pengalaman penulis, saat yang tepat melatih menumbuh kembangkan konsenterasi adalah belajar pada pagi hari menjelang dan setelah  subuh. Karena pada saat – saat tersebut otak kita masih fresh dan suasana hening. Jika peserta didik terbiasa belajar pada saat tersebut maka dia akan memiliki daya konsenterasi yang tinggi sehingga walaupun peserta didik tersebut belajar ditempat yang kurang mendukung (ramai) peserta didik tersebut niscaya masih bisa belajar dengan konsenterasi.
       Dalam rangka untuk menumbuh kembangkan daya konsenterasi pada diri peserta didik maka peserta didik tersebut dalam belajarnya perlu sekali mendisplinkan diri dengan baik dan butuh kerja keras yang dilandasi rasa keyakinan untuk berhasil.

C.Rasa Percaya Diri.
       Sering kita membaca atau mendengar pepatah yang mengatakan ”mengalah sebelum berperang”. Pepatah tersebut ternyata sering terjadi pada saat peserta didik menghadapi ujian. Banyak peserta didik yang cemas atau takut sedemikian rupa menjelang ujian karena beberapa faktor sehingga hasil ujiannya tidak maksimal, dan tidak sedikit yang berakibat fatal sehingga berujung pada kegagalan. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Karena tidak lain dan tidak bukan disebabkan peserta didik tidak memiliki rasa percaya diri saat ujian. Jika kita sudah belajar dengan baik dan usaha yang maksimal, jangan lupa kita juga harus berdo’a. Dengan pendekatan diri pada sang pencipta akan timbul rasa tenang dan nyaman. Rasa percaya diri tersebut akan timbul kuat pada diri peserta didik kalo peserta didik tersebut sudah merasa benar- benar siap lahir dan batin untuk ujian. Nah, kalo sudah memiliki rasa percaya diri sedemikian rupa maka siapapun yang jaga ujian, dimanapun bangku tempat duduk kita saat ujian dll tidak akan membuat kita takut atau grogi saat ujian. Dan kemungkinan besar hasil ujian kita akan sesuai harapan.

B.HAL – HAL LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BELAJAR

       Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja melalui membaca(memahami, menghafal, menelaah dll) dan  latihan-latihan yang dilakukan dengan berulang-ulang sehingga individu yang melakukan kegiatan tersebut terjadi perubahan pada dirinya. Perubahan tersebut antara lain dari belum tahu menjadi tahu, dari belum paham menjadi memahami, dari belum bisa menjadi bisa dan lain-lain.
       Selain kesiapan mental dalam belajar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga hasil belajar bisa optimal. Kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
1.Kondisi fisik harus sehat.
       Kesehatan jasmani merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Sehubungan dengan hal tersebut maka peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar sangatlah perlu menjaga kesehatan tubuh. Untuk menjaga tubuh tetap prima maka perlu sekali peserta didik memiliki pola makan yang sehat, dalam arti mengkonsumsi makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan tubuh kita. Selain mengkonsumsi makanan yang bernutrisi juga perlu sekali melakukan kegiatan olah raga. Jika kita tidak sehat maka aktivitas belajar kita akan tertanggu.  Kita ambil contoh sederhana saja jika pada saat belajar untuk menghadapi ujian peserta didik sakit flu (pilek) betapa tersiksanya atau terganggunya peserta didik dalam belajarnya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka sangatlah penting sekali peserta didik untuk senantiasa menjaga kesehatannya menjelang ujian.

2.Tempat belajar
       Tempat belajar sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan peserta didik dalam belajarnya, Kita ambil contoh yang sangat sederhana saja, jika kondisi tempat belajar peserta didik kurang mendukung (tidak rapi) , banyak orang yang lalu lalang dll maka dapat dipastikan kondisi seperti itu sangatlah kurang mendukung keberhasilan peserta didik dalam belajarnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam rangka keberhasilan belajar tempat belajar haruslah memenuhi syarat untuk dapat belajar dengan baik.

3.Belajar perlu istirahat
       Daya tahan individu satu dengan yang lain dalam hal belajar berbeda-beda. Ada  individu yang memiliki daya tahan belajar kuat atau tangguh tapi ada juga yang  mudah  mengalami kelelahan dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan belajar yang merupakan aktifitas psikis yang pada dasarnya tidak berbeda dengan kegiatan yang bersifat fisik, sehingga dalam batas tertentu perlu istirahat. Sehingga jika dalam melakukan kegiatan belajar yang berlebihan tanpa istirahat maka akan berakibat kurang baik , otak menjadi lelah. Salah satu gejala kelelahan otak antara lain timbul rasa pusing- pusing, sulit konsenterasi, cepat lupa, dll. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka kegiatan belajar perlu istirahat secukupnya, yang fungsinya adalah untuk mengendapkan bahan pelajaran yang kita pelajari sehingga akan mudah kita keluarkan (recall) pada saat kita butuhkan yaitu pada waktu ujian

Orientasi Tentang Sekolah Lanjutan

Rina sekarang duduk di kelas IX menginjak semester genap, dia merasa bingung sehubungan dengan sekolah lanjutan yang cocok dengan cita-citanya. Dia lahir di lingkungan seorang pendidik, orang tua perempuannya sangat berharap Rina kelak menjadi seorang guru sementara ayahnya memberi kebebasan dia dalam menentukan jenis pekerjaan atau karirnya kelak. Dalam hal mendidik anak, sang ayah sangatlah tegas dalam memberi rambu-rambu belajar yaitu seorang anak jika ingin membahagiakan orang tua salah satunya harus mampu menunjukkan prestasi yang baik termasuk dalam hal prestasi belajar. Ayah Rina sering memberi contoh-contoh riil anak-anak yang berprestasi termasuk saudara dari ayah Rina di kampung yang rata-rata berprestasi dalam sekolahnya. Sementara sang ibu lebih luwes dan berusaha memahami anak dalam belajar. Dalam diri Rina muncul suatu angan-angan atau lebih tepatnya rasa beban sehubungan dengan pendidikannya. Karena sang ibu berpendidikan sarjana (S1) satu sisi sang ayah berpendidikan pasca sarjana (S2) sehingga dia merasa minimal harus duduk di bangku perkuliahan. Rina mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang ilmuwan dalam ilmu eksakta.
       Dari contoh di atas tidak meutup kemungkinan juga dirasakan oleh para peserta didik yang lain yang saat ini duduk di kelas IX semester genap, dimana peserta didik merasa kebingungan memilih pendidikan lanjutan yang sesuai untuk dirinya sendiri dan kadang-kadang permasalahan semakin berat mana kala adanya campur tangan orang tua. Jika orang tua bijak maka akan semakin terbantu permasalahan peserta didik. Tetapi permasalahan akan semakin berat manakala orang tua memaksakan kehendak pada peserta didik dalam memilih pendidikan lanjutan. Orang tua yang bijak adalah masih tetap menghargai anak dan memberikan alternatif-alternatif yang bijak pula.  yang  Permasalahan tersebut tidak boleh dipandang enteng, karena menyangkut masa depan peserta didik.
       Sehubungan dengan sekolah lanjutan yang merupakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh peserta didik, maka ada beberapa hal (faktor) yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pemilihan sekolah lanjutan.
Permasalahan yang dihadapi Rina adalah suatu masalah yang wajar dan tidak menutup kemungkinan masalah tersebut juga dihadapi oleh orang lain. Pada dasarnya dalam memilih sekolah lanjutan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu:
1.Faktor Bakat
2.Faktor Minat
3.Faktor Kemampuan (internal dan eksternal)

A.Faktor Bakat
Tentang Bakat ada beberapa pendapat antara:
1.William B.Michael: kemampuan individu untuk melakukan tugas , yang sedikit sekali tergantung kepada latihan mengenai hal tersebut.

2.Woodworth dan Marquis: bakat adalah kemampuan (ability) yang meliputi achievement( actuality ability), capacity (potential ability) dan aptitude
Achievement merupakan actual ability , yang dapat diukur langsung dengan alat atau tes tertentu.

Capacity merupakan potential ability , yang dapat diukur tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan individu, dimana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan antara dasar dengan training yang intensif dan berpengalaman.

Aptitude, yaitu kwalitas yang hanya dapat diungkap / diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu.
Pendapat tentang bakat masih banyak lagi, tetapi sebagai gambaran yang gampang sesuai dengan pendapat William B.Michael adalah sebagai berikut:
Putri adalah siswi yang mempunyai bakat melukis dan mempunyai tingkat penalaran tinggi dalam mengapresiasikan suatu permasalahan, berbeda dengan Tika yang tidak memiliki bakat melukis, Putri akan lebih cepat dan hasil yang lebih baik dalam melaksanakan tugas melukis dibandingkan Tika walaupun antara Putri dan Tika mendapatkan materi pelajaran dari guru yang sama dan dalam waktu yang bersamaan juga. Lebih jauh lagi seorang siswa yang bernama Putri tersebut akan berhasil jika melanjutkan sekolah ke SMA dalam rangka mempersiapkan diri kejenjang perguruan tinggi misalnya jurusan arsitektur.
B.Faktor Minat
       Minat pada dasarnya adalah rasa ketertarikan individu pada suatu hal (aktifivas). Minat merupakan suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Minat merupakan kekuatan dari dalam diri individu dan tampak dari luar sebagai suatu aktivitas. Dalam berfungsinya minat ini merupakan perpaduan antara fikiran dan perasaan.
Sebagai suatu gambaran, Farida adalah seorang siswi yang sangat menaruh minat gberhasil mendalami ilmu beladiri karate dibandingkan dengan anak lain yang kurang memiliki minat pada ilmu beladiri karate walaupun mereka berlatih bersamaan dengan pelatih yang  sama.
C.Faktor Kemampuan
Faktor kemampuan pada dasarnya secara garis besar dibagi 2 (dua)yaitu:
1.Kemampuan internal, yaitu kemampuan yang berasal dari diri individu itu sendiri, yaitu kemampuan intelektual.
2.Kemampuan eketernal, yaitu suatu kemampuan yang berasal dari luar diri individu yang sangat mendukung terealisasinya cita-cita yaitu kemampuan ekonomi orang tua walaupun sifatnya tidak mutlak.

Jenis-jenis Sekolah Lanjutan
Pada dasarnya sekolah lanjutan setelah jenjang SMP secara garis besar dapat dibagi 2 (dua) yaitu:
1.Sekolah Menengah Atas ( SMA )
2.Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK )
I.Sekolah Menengah Atas ( SMA ) adalah sekolah lanjutan setelah jenjang SMP yang bersifat umum. Peserta didik yang mempunyai cita-cita untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi (kuliah) adalah tepat sekali jika setelah SMP melanjutkan ke SMA. Program / jurusan di SMA ada 3 (tiga) yaitu:
1.Program / Jurusan IPA
2.Program / Jurusan IPS
3.Program / Jurusan Bahasa.

II.Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) adalah sekolah lanjutan setelah jenjang SMP yang bersifat khusus, sehingga diharapkan setelah lulus jenjang ini peserta didik bisa langsung memasuki dunia kerja. Jenis Sekolah Menengah Kejuruan bermacam-macam antara lain:
1.STM (Sekolah Teknologi Menengah)
a.Mesind. Bangunan / sipil
b.Listrike. Informatika
c.Elektronikaf.   dan lain-lain
2.SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas)
a.Akuntansi
b.Perkantoran
3.Sekolah Pelayaran Menengah
a.Nautika
b.Mesin
c.Dan lain-lain
4.Sekolah Menengah Farmasi (SMF)
5.Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP)
6.Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR)
7.Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK)
8.Dan lain-lain
Selain sekolah yang ditempuh melalui jalur formal ada beberapa jenis sekolah lanjutan yang non formal, yang mana sekolah ini lebih banyak dikenal dengan nama kursus-kursus ketrampilan. Para lulusan kursus ketrampilan diharapkan lebih siap masuk dunia kerja daripada lulusan sekolah lanjutan yang bersifat formal. Adapun jenis kursus-kursus ketrampilan tersebut antara lain:
1.Kursus Komputer4. Kursus Montir
2.Kursus Menjahit / modes5. Dan lain-lain
3.Kursus Elektronika

       Dengan mengetahui atau memahami bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki maka peserta didik akan lebih mudah menentukan pilihan sekolah lanjutan yang diinginkan. Misalnya seorang peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang otomotif, memiliki kemampuan internal (kecerdasan) yang mendukung di sisi lain kemampuan eksternal (kemampuan ekonomi orang tua) kurang mendukung maka peserta didik tersebut bisa melanjutkan ke SMK jurusan otomotif. Setelah lulus dan bekerja siswa tersebut bisa melanjutkan pendidikan tinggi jurusan otomotif. Sehingga walaupun kemampuan eksternal (ekonomi orang tua) kurang mendukung selama peserta didik memilih pendidikan lanjutan yang tepat dan  memiliki semangat  belajar tinggi maka bukan suatu hal yang mustahil jika peserta didik tersebut akan berhasil.

Cara Ampuh Biar Semangat Belajar

 

Motivasi belajar setiap orang tidaklah sama tergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Tapi gimana yah cara agar semangat belajar nggak mengendur?
Sebenarnya terdapat 2 faktor stimulus motivasi belajar yaitu:Pertama motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.Kedua motivasi belajar dari faktor eksternal yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan cita-cita atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu dibutuhkan pengkondisian tertentu agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.Yuk ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:

  • Bergaul dengan orang yang giat belajar

Pernah dengar kan analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi. Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita.
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah prestasi.

  • Belajar apapun

Pengertian belajar di sini dipahami secara luas baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer belajar menulis membuat film berlajar berwirausaha dan lain lain-lainnya.

  • Belajar dari internet

Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat pikiran dan memotivasi diri. Sebagai contoh jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

  • Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif

Di dunia ini ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat gairah dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu dan sebaliknya.

  • Cari motivator

Kadangkala seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman pacar ataupun pasangan hidup. Kamu juga bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasimu belajar dan meraih prestasi.sumber : bergaul.com

MATERI BK : II

Langkah-Langkah Persiapan

Menghadapi Ujian

 

Walaupun jadwal pelaksanan UN  masih cukup lama, pasti diantara kalian ada yang sudah takut duluan menghadapi UN.  Tidak  perlu takut dan cemas karena UN bukanlah monster/ hantu yang perlu ditakuti. Bagaimana kita bisa maju kalau menghadapi UN saja sudah takut setengah mati? Sebenarnya UN bisa disiasati dalam artian bukan nyontek atau kerja sama, tapi dengan pola belajar yang benar.

Menurut Bertens, dosen filsafat salah satu perguruan tinggi di Jakarta, proses belajarseperti proses memasang paku. Proses menancapkan paku di balok tidak cukup sekli, tetapi perlu berulang kali mengetok hingga paku menancap dengan kokoh. Belajar juga begitu. Menurut dia, penancap paku pertama adalah guru/dosen. Selanjutnya proses mengetok hingga ilmu menancap perlu dilakukan sendiri oleh pelajar/mahasiswa. Tidak cukup sekali namun perlu berulang kali.
Selain belajar giat, bagaimana caranya agar ujian nanti anda tidak gagal?Sukses atau gagalnya ujian yang anda hadapi tergantung dari kesiapan fisik dan mental anda. Berikut ini diberikan tiga langkah untuk mempersiapakan fisik dan mental anda dalam menghadapi ujian, yaitu : 
Teknik Mengulang   Pelajaran,  Langkah – Langkah Sebelum Ujian, dan Teknik Pada Saat Ujian.Teknik Mengulang Pelajaran.1.       Mereview semua bahan yang akan diujikan.Upayakan untuk mempelajari semua  materi yang akan diujikan dari awal hingga akhir. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengetahui dan menyimpan memori materipelajaran dengan lebih terorganisasi. Ingat!, jangan berlama-lama mempelajari materi yang sudah Anda kuasai. Berlama-lamalah memperlajari materi yang belum Anda fahami, pelajari terus sampai akhirnya Anda bisa membuat konsep dengan bahasa Anda sendiri2.      Mengingat ide utama dan hal-hal penting dalam setiap topik materi.Upayakan untuk mencatat ide utama dan hal-hal penting dari setiap topik materi yang akan diujikan. Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang dan bertele-tele. Selama 10hari sebelum ujian, sediakan waktu 15 menit setiap hari untuk membaca ulang catatan tersebut. Fahami seluruh materi ujian sehari sebelum ujian dimulai. Dengan cara ini , Anda secara phsykologis sudah siap mental, karena meskipun belum terhafalkan secara konsep, tetepi tidak ada materi yang belum Anda fahami.3.      Memperbanyak frekwensi belajar.Belajar 10 kali 1 jam lebih baik dari 1 kali 10 jam. Artinya: orang yang sama-sama menghabiskan waktu untuk belajar 10 jam, hasilnya akan lebih baik apabila dilakukan selama 10 hari dengan 1 jam setiap hari dari pada 10 jam langsung dihabiskan dalam sehari belajar. Belajar tanpa istirahat juga dilarang. Menurut neoroscience kemampuan otak berknsentrasi penuh kurang lebih 30 menit. Oleh karena itu, setelah 30 menit belajar, Anda harus berdiri, berjalan keliling ruangan, atau menari juga boleh. Kalau mau ngemil, juga boleh asal jangan terlalu banyak. Setelah itu, kembali lagi belajar.4.      Memilih waktu belajar yang tepat.Sering kali Anda tidur dulu 1-2jam sebelum bangun dan belajar. Salah besar, kenapa? Karena apabila Anda belajar pada saat badan masih segar proses belajar akan lebih cepat. Waktu belajar yang paling bagus adalah sebelum makan malam dan beberapa jam sesudahnya. Anda tidak perlu belajar sampai larut malam. Karena tidur cukup, pada saat mengikuti ujian keesokan harinya, dijamin badan Anda jauh lebih segar dan ingatan Anda jauh lebih lancar.5.      Memilih tempat belajar yang tenang.Kunci lainya dalam belajar adalah jangan pilih tempat belajar yang berisik dan banyak gangguan. Satu lagi yang penting matikan televisi dan radio sewaktu Anda belajar.6.      Memperkirakan pertanyaan yang akan keluar.Pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar dalam ujian harus Anda perkirakan. Pilih jumlah pertanyaan yang paling maksimal jangan sebaliknya.7.      Berdiskusi dengan teman dalam kelompok belajar.Walau kedengarannya kuno, metode belajar kelompok tetap efektif. Kumpulkan 4-5 orang teman dalam satu kelompok belajar. Kemudian, bagi rata materi yang akan dikeluarkan dalam ujian kepada setiap anggota. Setiap anggota diharuskan mempelajari materi yang telah dipilih hingga faham dan mengajarkannya ke anggota kelompok belajar lainya. Setiap anggota harus benar-benar mengerti topik yang diajarkan salah seorang temanya, sebelum pindah giliran. Dengan cara ini, suasana belajar akan lebih menyenangkan.Langkah-langkah Sebelum Ujian.1.       Hindari tidur hinggal larut malam.Jangan memporsir diri pada malam hari sebelum ujian berlangsung. Karena waktu yang sangat pendek tidak akan bisa memaksakan masuknya memori atas apa yang mesti Anda fahami dalam jangka waktu yang panjang. Pemaksaan diri seperti ini justru bisa menimbulakan kepanikan dan sangat mungkin membuat Anda “blank” pada saat ujian berjalan.2.      Jangan lupa menjaga kesehatan.Jangan sampai Anda sakit pada saat mengikuti ujian. Bila itu terjadi, semua yang sudah Anda lakukan bisa buyar. Kalaupun bisa mengikuti ujian, Anda akan tetap sulit konsentrasi penuh dalam kondisi tubuh yang kurang nyaman. Hasilnya tidak akan memuaskan. Anda tahu kan bagai mana menjaga kesehatan? Jangan biarkan perut kosong dan jangan kurang tidur.3.      Siapkan peralatan yang dibutuhkan dalam ujian dengan baik.Setiap ujian membutuhkan peralatan yang berbeda, misalkan ujian gambar berbeda dengan ujian tertulis biasa. Peralatan ujian yang bisa disiapkan adalah pensil, pulpen, kalkulator, kamus, penghapus, tip ex dan penggaris.4.      Usahakan datang lebih awal sebelum ujian dilaksanakan.Dengan datang lebih awal (minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan) Anda akan punya waktu untuk mempersiapkan mental dan fisik Anda yang akhirnya akan membantu Anda untuk lebih konsentrasi selama mengerjakan ujian.5.      Hindari stress/gugup, bersikaplah tenang dan berdo’a.Stress dalam menghadapi ujian dapat menyebabkan sakit perut, pusing dan badan berkeringat. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi Anda pada saat menjalani ujian. Setelah semua udah dilakukan, jangan luap untuk berdoa kepada Tuahn Yang Maha Kuasa atsa upaya tyang telah Anda lakukan.Teknik Pada Saat Ujian.1.       Awali dengan do’a.Sebelum mengerjakan soal ujian, biasakalah untuk berdoa. Dengan berdoa Anda akan menjadi tenang, santai dan tidak tegang, lebih percaya diri, serta siap dfalam mengerjakan setiap soal ujian. Kondisi tegang pada saat ujian akan merusak konsentrasi Anda.2.      Bacalah petunjuk/perintah pengerjaan soal ujian dengan baik.Sebelum mulai mengerjakan soal ujian, bacalah petunjuk pengerjaan soal ujian ayng terdapt dalam naskah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru. Pada beberapa ujian, petunjuk pengerjaan soal ujian disampakan oleh pengawas. Dengarkanlah penjelasan pengawas dengan baik dan saksama, sebab sering kali petunjuk untuk menjawab soal ujian yang satu berbeda dengan soal ujian yang lain.3.      Kerjakan dahulu soal ujian yang Anda anggap mudah.Dengan mengerjakan terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah/bisa dengan cepat dikerjakan, maka Anda akan mengemat waktu dalam menawab soal ujian.4.      Bacalah soal ujian dengan teliti, pahami maksud-nya, baru kemudian Anda menjawab.Jangan pernah mengerjakan soal ujian secara terburu-buru, karena akan menyebabkan jawaban Anda tidak maksimal.bacalah soal ujian dengan teliti kemudian pahami maksud soal tersebut, setelah itu baru Anda jawab.5.      Kerjakan sendiri sesuai dengan kemampuan Anda.Jangan pernah menyontek jawaban teman Anda, karena mungkin jawaban teman Anda salah. Oleh karena itu kerjakan soal ujian sesuai dengan keyakinan dan kemampuan Anda sendiri. Yakilah bahwa Anda lebih siap dari teman Anda.6.      Ikuti teknik menjawab soal pilihan ganda.Langsung abaikan pilihan jawaban yang Anda tahu salah. Jika hukuman pengurangan nilai digunakan(ada nilai minus), jangan menebak suatu pilihan ketika Anda tidak tahu secara pasti. Tetapi jika tidak ada nilai minus, pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda benar walaupun tidak tahu secara pasti. Pilihan Anda yang pertama biasanya benar, jangan menggantinya kecuali Anda yakin akan koreksi yang dilakukan7.      Ikuti teknik menjawab soal esai.Pikirkan dahulu sebelum Anda menulis. Buatlah kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian beri nomor ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak dituliskan lebih dahulu. Usahakan untuk menuliskan secara langsung point pertama dari jawaban sehingga jawaban Anda tidak akan melenceng kemana-mana. Usahakan dijawab sekalipun tidak tahu secara pasti, penilai akan memberi nilai penghargaan atas jawaban/usaha Anda.8.     Periksa kembali seluruh jawabanmu.Bila semua soal ujain telah selesei Anda kerjakan, jangan terburu-buru keluar ruangan. Pergunakan sisa waktu yang ada untuk memeriksa dan membaca kembali jawaban Anda sehingga bila ada kekurangan dapat segera Anda perbaiki.9.      Akhiri dengan do’a.

Sebagaimana Anda berdo’a untuk mulai mengerjakan soal ujian, beroalah juga setelah selesai mengerjakan soal ujian. Semoga apa yang sudah Anda kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik.Penutup 
Bila tiga langkah untuk mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi ujian sudah Anda lakukan, sebenarnya Anda sudah memperbesar peluang untuk bisa mencapai nilai ujian yang memuaskan.
Ingat!
Keberhasilan atau kesuksesan merupakan suatu yang membahagiakan. Untuk meraihnya Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu tanamkan dalam diri Anda bahwa belajar adalah suatu kewajiban, karena dengan belajar Anda dapat mengembangkan diri.Selamat belajar semoga sukses!
MATERI BK  : III


Cara Belajar Efektif : MATERI 1CARA MENGIKUTI PELAJARAN DI KELASAgar Anda dapat mengikuti pelajaran dengan baik, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Menyiapkan Diri Sebelum Mengikuti Pelajaran, Cara Mencatat Pelajaran dan Cara Menggunakan Catatan Pelajaran.Mencatat pelajaran yang diberikan di kelas Sangat penting karena guru menerangkan hal-hal yang penting yang berkaitan dengan bahan pelajaran yang harus dipelajari. Anda perlu mencatat pelajaran yang diberikan di kelas, walaupun anda memiliki teks, catatan yang diberikan di kelas berguna sebagai petunjuk untuk memperdalam bagian-bagian penting yang ada dalam buku teks.A.    Cara Menyiapkan Diri untuk Mengikuti Pelajaran.Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik, antara lain sebagai berikut :1.      Persiapkan buku catatan  dan alat tulis sebelumnya.2.      Bacalah terlebih dahulu bahan pelajaran pada malam hari sebelum pelajaran tersebut diberikan. Membaca lebih dahulu bahan pelajaran yang akan diberikan di kelas, dapat memberikan gambaran mengenai garis-garis besar materi yang akan dibicarakan sehingga akan mempermudah anda menangkap penjelasan guru. Selain itu, juga mempermudah dalam membuat catatan dengan teratur.3.      Buatlah ringkasan catatan yang telah lalu agar anda dapat menguasai materi pelajaran. Anda harus dapat menggabungkan materi pelajaran sebagai keseluruhan. Oleh karena itu, Setiap anda selesai mengikuti pelajaran buatlah catatan sehingga anda akan mudah memahami materi yang disampaikan hari itu.4.      Susunlah pertanyaan untuk materi pelajaran yang belum jelas. Pada saat anda membuat ringkasan catatan materi pelajaran, buatlah juga pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang kurang jelas. Pertanyaan-pertanyaan itu dapat anda ajukan lepada guru pada saat pelajaran berlangsung pada pertemuan berikutnya. Sebaiknya anda tidak menumpuk kesulitan-kesulitan yang anda hadapi semakin bertambah. Oleh karena itu, segeralah bertanya kepada guru yang bersangkutan.5.      Datanglah kesekolah 10 menit sebelum jam pelajaran.B.     Cara Mencatat Pelajaran di Kelas.Catatan yang baik akan menambah semangat untuk membaca dan mempelajarinya. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar anda dapat membuat catatan yang baik, antara lain sebagai berikut :1.      Pusatkan perhatian anda pada materi yang sedang dibicarakan/dibahas di kelas.2.      Tidak melakukan kegiatan yang dapat mengacaukan perhatian, seperti berbicara dengan teman saat guru menerangkan materi pelajaran.3.      Buatlah catatan dalam buku terpisah untuk masing-masing pelajaran.4.      Cantumkanlah tanggal saat materi tersebut isampaikan oleh guru.5.      Tidak mencatat kata demi kata kecuali untuk materi yang berupa ckutipan. Contoh definisi : Pasar hádala tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.6.      Gunakanlah singkatan-singkatan atau simbol-simbol yang menyingkat waktu. Apabila anda terlambat mencatat keterangan guru, anda akan mengalami kesulitan membuat catatan. Oleh karena itu anda dapat membuat singkatan-singkatan atau simbol sendiri yang dapat anda pahami sendiri. Sebaiknya gunakan singkatan atau simbol yang sama untuk setiap kata.Contoh :-          Kata yang disingkat “yg”-          Sehingga disingkat “shg”-          Oleh karena itu “ disingkat “oki”-          Karena disingkat ‘krn”-          Lawan ditulis XKata-kata yang ada singkat hádala kata-kata yang umum dan bukan inti materi.7.      Berilah tanda tertentu pada hal-hal penting dengan menggunakan tinta berwarna atau stabillo.8.      Tulis dengan tulisan yang jelas sehingga mudah anda baca.C.     Cara Menggunakan Catatan.Catatan yang anda buat saat mengikuti pelajaran di kelas tidak dapat digunakan begitu saja. Catatan pelajaran tersebut perlu anda sempurnakan agar dapat digunakan dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk menyempurnakan catatan pelajaran, antara lain :1.        Segeralah pindahkan catatan pada buku catatan. Apabila anda tidak segera menyempurnakan, kemungkinan anda akan lupa.2.        Lengkapilah catatan dengan melihat catatan teman, atau buku lain.3.        Ringkaslah catatan pelajaran secara teratur. Jika anda membuat ringkasan, berarti anda telah melakukan kegiatan relajar sehingga menambah pemahaman terhadap materi pelajaran.4.        Buatlah keterangan-keterangan pada ringkasan dengan menggunakan bahasa sendiri.D.    Rangkuman.Agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik, ia perlu mempersiapkan diri, membuat catatan pelajaran dengan baik dan menggunakan catatan dengan baik.E.     LatihanTugas.Kerjakan tugas di bawah ini sesuai dengan keadaan anda yang sesungguhnya!!1.      Apa persiapan yang anda lakukan sebelum mengikuti pelajaran?2.      Buatlah singkatan singkatan khusus yang sering anda gunakan dalam mencatat pelajaran di kelas. Cara Belajar Efektif MATERI : 1CARA MEMBACA BUKU TEKS           Setiap siswa biasanya dianjurkan guru untuk memiliki buku teks mata pelajaran. Buku teks mata pelajaran tertentu memuat materi-materi pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa.            Jika anda dapat mengetahui materi yang ada dalam buku teks maka anda hrus membaca buku tersebut. Cara membaca buku teks berbeda dengan membaca buku novel ataupun membaca cerita pendek. Membaca buku teks memerlukan teknik tertentu sehingga anda dapat menguasai isi buku dengan baik.            Jika anda menguasai keterampilan-keterampilan membaca buku teks maka anda akan memperoleh beberapa manfaat berikut ini :1.      Menambah kemampuan anda untuk memahami bahan pelajaran tertulis2.      Meningkatkan konsentrasi anda terhadap bahan yang dibaca.3.      Anda dapat mengingat bahan yang dibaca dengan lebih baik.4.      Membantu anda mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.A.    Mengenal Bagian-Bagian Buku Teks.Buku teks mata pelajaran ditulis menurut aturan yang telah ditentukan. Agar anda dapat mempelajari buku teks dengan baik, anda perlu mengetahui bagian-bagian buku teks.Bagian-bagian buku teks pelajaran antara lain sebagai berikut :1.      Sampul buku yang berisi judul dan pengarang2.      Kata Pengantar3.      Daftar isi, daftar tabel, daftar grafik. Bagian ini berisi judul bab, subbab, dan halaman penyajian4.      Petunjuk buku. Bagian ini berisi tentang petunjuk menggunakan buku tersebut5.      Bagian Isi. Bagian ini memuat hal-hal sebagai berikut :a.  Bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan berisi materi yang dibahas dalam teks secara umum.b.      Materi-materi disajikan bagian demi bagian.c.       Rangkuman. Rangkuman berada setiap akhir bab. Rangkuman berisi ringkasan materi pada bab tersebut. Ringkasan materi rangkuman bertujuan untuk membantu pembaca dalam menguasai materi.d.      Ilustrasi berupa gambar, grafik, tabel, foto, peta dan diagram. Ilustrasi sebagai pelengkap yang memperjelas menguasai materi. Ilustrasi dapat membantu pembaca memperjelas menguasai materi yang disajikan.e.       Latihan. Latihan berisi tugas atau pertanyaan yang disediakan untuk dibaca. Pertanyaan-pertanyaan ada pada setiap akhir bab. Pertanyaan dan soal berguna untuk membantu pembaca mengukur kemampuan memahami isi materi.f.       Kunci jawaban soal. Kunci jawaban  berisi jawaban yang benar dari soal yang diberikan.6.      Bagian Pendukung. Bagian ini terdiri dari daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka menunjukkan judul buku yang dapat dibaca oleh pembaca untuk menambah wawasan tentang materi yang disajikan.B.     Pedoman Mempelajari Buku Teks.Agar anda dapat menguasai materi yang ada dalam buku teks dengan baik, ada beberapa hal yang perlu anda lakukan antara lain sebagai berikut :1.      Lihatlah keseluruhan buku secara umum2.      Bacalah judul buku3.      Bacalah daftar isi buku agar anda tahu tentang isi materi tiap bab dan halaman penyajiannya4.      Bacalah petunjuk penggunaan buku5.      Bacalah bagian pendahuluan. Dengan membaca pendahuluan anda dapat menguasai materi yang dibahas dalam buku secara umum6.      Bacalah rangkuman pada setiap akhir bab7.      Bacalah tujuan yang ingin anda capai setelah anda membaca buku tersebut pada setiap bab8.      Perhatikan gambar, grafik, tabel, peta atau foto yang ada dalam buku. Cara mempelajari ilustrasi ialah  dengan membaca judul ilustrasi, keterangan yang ada di bawahnya, meneliti keseluruhan yang berhubungan dengan materi teks. Jika ilustrasi berupa penyajian data dalam bentuk tabel, anda perlu meneliti satuan ukuran  yang digunakan.9.      Lakukan kegiatan membaca aktif yang meliputi kegiatan sebagai berikut :a.       Buatlah pertanyaan-pertanyaan untuk setiap bab. Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan dengan kata tanya bagaimana, apa, siapa, di mana, mengapa dan bilamana. Pertanyaan itu dipergunakan untuk memperjelas tentang isi setiap bab.b.      Buatlah catatan untuk setiap babc.       Berilah tanda dengan pensil pada bagian yang pentingd.      Carilah kata-kata yang sukar dalam buku dengan melihat kamuse.       Buatlah rangkuman tentang keseluruhan materi pada setiap akhir bab tanpa melihat bukuf.       Cocokan kembali rangkuman yang telah anda buat dengan melihat buku teksC.     Rangkuman.Agar seseorang dapat mengetahui isi buku teks dengan baik, ia harus :1.      Mengetahui bagian-bagian buku teks2.      Melaksanakan pedoman mempelajari buku teks dengan baik.D.    Latihan Tugas.Untuk membantu anda mengetahui kemampuan dalam menguasai cara membaca buku teks, jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Jawablah “Ya” jika pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Jawablah “Tidak” jika pertanyaan tidak anda lakukan !!1.      Anda telah mengetahui bagian-bagian dari teks2.      Anda selalu membaca judul topik terlebih dahulu sebelum anda membaca uraiannya.3.      Anda selalu membaca bagian pendahuluan terlebih dahulu sebelum membaca buku teks secara keseluruhan.4.      Anda selalu membuat pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu sebelum anda mempelajari buku teks5.      Anda selalu memperhatikan gambar, grafik, dan lain-lain pada saat anda membaca buku teks.6.      Anda selalu membuat ringkasan setiap bab/topik yang anda baca dalam buku teks.7.      Anda selalu mencari arti kata sukar dalam buku teks dengan melihat kamus.8.      Anda selalu membuat ringkasan tanpa melihat buku teks terlebih dahulu.9.      Anda selalu mencocokkan ringkasan yang telah anda buat dengan melihat buku teks.10.  Anda selalu mengerjakan latihan yang ada pada setiap akhir bab pada buku teks.11.  Anda selalu mencocokan jawaban anda dengan kunci jawaban yang tersedia.E.     Petunjuk Jawaban.Jika jawaban “Ya” lebih dari ½ berarti anda cukup menguasai cara-cara membaca buku teks. Bila jawaban “Tidak” lebih dari ½ berarti anda belum menguasai cara-cara membaca teks dengan benar. Selanjutnya, anda berlatih lebih giat lagi membaca buku teks.Cara Belajar Efektif MATERI : 3CARA MEMBUAT RINGKASAN           Kegiatan belajar siswa sebagian besar berupa kegiatan mempelajari bahan-bahan pelajaran tertulis, baik berupa catatan maupun teks. Agar anda mampu menguasai materi yang dipelajari anda harus membaca buku catatan dan buku teks mata pelajaran.            Mungkin anda pernah merasa berat mempelajari buku pelajaran yang banyak saat anda akan menghadapi Mid Test, Ulangan Akhir Semester atau Ujian. Anda dapat menghadapi beban tersebut dengan membuat ringkasan pelajaran.            Pada dasarnya, membuat ringkasan merupakan kegiatan menceriterakan kembali secara ringkas mengenai materi pelajaran yang telah dibaca. Oleh karena itu, sebelum membuat ringkasan harus didahului dengan kegiatan membaca.            Jika anda membuat ringkasan catatan pelajaran, anda dapat memperoleh manfaat sebagai berikut :a.       Menghemat waktu belajar. Membuat buku teks dan buku catatan sekaligus tentu membutuhkan waktu. Bila anda akan menghadapi ujian tentu anda merasa beban yang berat. Dengan membuat ringkasan catatan buku teks pelajaran pada setiap kali anda belajar, tentu akan membantu meringankan beban anda karena semua materi sudah diringkas sehingga waktu relajar lebih sedikit.b.      Membantu mempersiapkan diri menghadapi tes.c.       Dapat digunakan untuk mengukur diri sendiri, apakah anda telah menguasai bahan pelajaran.A.    Proses  Membuat Ringkasan.            Membuat ringkasan merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari. Ada beberapa langkah yang dapat anda ketahui antara lain sebagai berikut :1.      Bacalah bahan pelajaran secara ringkas. Sebelum membaca buku teks pelajaran secara mendetail anda perlu memperoleh gambaran isi materi secara garis besar. Kegiatan ini dapat anda lakukan dengan membaca secara menjelajah mengenai judul, daftar isi, pengantar, pendahuluan serta judul bab dan subbabnya. Jika dianggap perlu , anda baca juga daftar pustaka.2.      Membaca uraian materi secara cermat. Pada langkah kedua ini, anda harus membaca materidengan cermat. Anda dituntut untuk mengetahui dan menemukan gagasan utama pada setiap paragraf. Dengan menemukan gagasan utama pada setiap paragraf. Anda dapat menentukan gagasan intisari dari bahan bacaan yang anda pelajari. Catatlah setiap pokok pikiranyang telah anda temukan pada setiap paragraf.3.      Berilah tanda dan catatlah kalimat yang mengandung pokok pikiran atau gagasan utama. Pada saat  membaca materi secara cermat, anda dapat memberi tanda pada kalimat tersebut dengan cara membuat garis, anda dapat memberi tanda pada kalimat yang mengandung gagasan utama. Anda dapat memberi tanda pada kalimat tersebut dengan cara memberi garis bawah dengan pensil atau alat laninnya. Kata-kata yang sudah diberi tanda kemudian anda catat pada selembar yertas yang sudah anda persiapkan sebelumnnya. Catatan inilah yang nantinya akan menjadi sumber bagi anda untuk membuat ringkasan.4.      Mulailah menyusun ringkasan. Catatan gagasan utama  yang telah anda susun harus dikembangkan lagi. Keterangan dari gagasan. Keterangan dari gagasan utama tersebut diuraikan dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami. Proses menyusun  ringkasan dapat anda lakukan dengan mudah jika anda telah benar-benar menguasai bahan yang telah anda baca. Kalimat berisi gagasan-gagasan pokok pada setiap paragraf berfungsi sebagai penutup untuk menceriterakan kembali uraian materi sebagai penutup bahasa yang anda susun kembali.5.      Menyusun ringkasan ke dalam suatu skema. Ringkasan dalam statu sekema , Sangat membantu anda dalam memahami pelajaran dari pokok bahasan dan sub bahasan serta bagian-bagian yang lebih kecil.Contoh ringkasan bahan pelajaran dalam statu sekema.




B.     Bentuk Catatan Ringkasan.Anda dapat membuat catatan ringkasan dengan bentuk kartu dan lembaran.1.      Ringkasan bentuk kartu.Ringkasan yang telah anda buat, anda catat dalam kartu-kartu kecil. Kartu-kartu tersebut sebaiknya anda buat dengan kertas yang agak tebal supaya tidak cepat rusak. Ukuran kertas sekitar 15 x 10 Cm. Materi ringkasan yang ditulis pada kartu sangat terbatas karena ukurannya relatif kecil. Oleh karena itu, bentuk kartu lebih cocok untuk mencatat ringkasan satu pokok pikiran. Satu gagasan pokok saja. Ringkasan dalam bentuk kartu memudahkan anda dalam hal penyimpanannya. Anda dapat menyelipkan di buku catatan atau buku teks pada setiap akhir topik yang anda pelajari. Selain itu, anda dapat juga menyimpan ringkasan kartu di dalam kotak khusus.2.      Ringkasan bentuk lembaran.Ringkasan yang telah anda susun dapat anda catat dalam lembaran kerta HVS ataupun Folio. Bentuk ringkasan seperti ini memberi keleluasan lepada anda untuk membuat catatan ringkasan. Lembaran yertas memberi tempat yang cukup luas untuk mencatat ringkasan lebih banyak dibandingkan dengan kartu. Namur, anda mengalami kesulitan dalam menyimpannya. Misalnya, jika anda menyelipkan pada buku catatan, akan tampak tidak rapi. Masalah seperti ini dapat anda atasi dengan cara melipat lembaran yertas tersebut menjadi ukuran lebih kecil.C.     Rangkuman.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.1.      Ringkasan pelajaran dapat berguna untuk membantu siswa dalam menghadapi tes/ ulangan/ujian.2.      Membuat ringkasan merupakan kegiatan menceriterakan kembali secara ringkas mengenai materi pelajaran yang telah dibaca.3.      Manfaat berikut ini dapat diperoleh bagi siswa yang membuat ringkasan :a.  Menghemat waktu belajarb.  Membantu mempersiapkan diri menghadapi tes/ulangan/ujianc.  Dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman materi pelajaran.4.      Proses membuat ringkasan meliputi hal-hal sebagai berikut :a.       Membaca materi pelajaran secara garis besarb.      Membaca materi pelajaran secara cermatc.       Memberi tanda, mencatat pokok pikiran pada setiap paragrafd.      Menyusun ringkasane.       Menyusun ringkasan dalam statu skema5.      Bentuk catatan ringkasan terdiri dari :a.       Bentuk lembaranb.      Bentuk kartu.D.    Latihan.         Untuk membantu melengkapi kemampuan membuat ringkasan yang anda miliki, kerjakan latihan berikut sesuai dengan keadaan anda yang sesungguhnya.·   Buatlah ringkasan bahan pelajaran. Ambil salah satu topik pada satu pembicaraan.E.     Daftar Pustaka.Bimbingan Pribadi-Sosial, Belajar dan Karir : Petunjuk Praktis Diri Sendiri Untuk Siswa SMP Dan SMU. Oleh : Rudi Mulyatiningsih DKK. Penerbit : PT Gramedia Widiasarana, Jakarta, 2004.
MATERI BK : III

CARA MENGATUR WAKTU BELAJARSECARA EFISIEN

        Tugas utama siswa adalah belajar. Kegiatan belajar dapat dilakukan di sekolah dan di rumah. Waktu untuk kegiatan belajar di sekolah, yaitu kurang lebih 5 jam sehari. Sementara itu, waktu untuk belajar di rumah ditentukan oleh masing-masing siswa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Penggunaan waktu belajar secara efisien dapat meningkatkan keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu, setiap siswa sebaiknya dapat mengatur waktu belajarnya secara efisien.

A.    Petunjuk Menyusun Waktu Belajar Secara Efisien.

        Agar siswa dapat menggunakan waktu belajar secara efisien, siswa dapat mengikuti petunjuk di bawah ini.1. Susunlah daftar kegiatan belajar. Siswa dapat menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu. Kegiatan tersebut mencakup kegiatan sekolah pada hari tu terutama tugas-tugas yang harus diselesaikan di rumah dan kegiatan belajar lainnya. Jenis kegaiatan belajar di rumah mencakup kegiatan mengerjakan tugas sekolah dan kegiatan belajar di rumah, yaitu mempelajari buku paket, menghafal buku pelajaran, mengerjakan pekerjaan rumah, memindah catatan, membuat ringkasan bahan pelajaran, mempersiapkan diri menghadapi ulangan, dan lain-lain. Setelah selesai menentukan jenis kegiatan belajar, selanjutnya menentukan prioritas pelaksanaannya. Dari kegiatan terpenting berturut-turut sampai yang kurang penting. Siswa dapat membuat daftar kegiatan belajar dalam buku catatan harian atau pada kertas.Contoh : Kegiatan belajar yang sudah diurutkan menurut prioritas  pe-laksanaannya.Hari Senina.   Menghafal materi Biologi untuk mempersiapkan diri mengha- dapi ulangan esok pagib.    Mengerjakan PR Matematikac. Menghafal materi pelajaran Agama, Geografi dan Bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri mengikuti pelajaran esok pagid.   Mengerjakan tugas membuat prakarya, yaitu membuat asbak dari tanah liat.2.    Menetapkan waktu belajar. Masing-masing individu mempunyai kebiasaan belajar yang berbeda. Ada individu yang bisa belajar dengan baik sore hari, ada yang pada malam hari, dan ada yang pada pagi hari. Dengan menetapkan waktu belajar tertentu sesuai dengan kondisi masing-masing individu, akan terbentuk kebiasaan belajar yang baik.3.  Bertanyalah pada diri sendiri tentang pelajaran yang anda anggap sukar dan pelajaran yang anda anggap mudah. Masing-masing orang berbeda dalam menentukan pelajaran yang sukar dan yang mudah. Ada yang menganggap pelajaran Matematika lebih sukar dari pelajaran Bahasa Inggris. Ada juga siswa yang menganggap pelajaran Bahasa Inggris lebih sukar dari pelajaran Matematika.4.    Pelajari lebih dahulu yang anda anggap sukar.5.    Mata pelajaran yang anda anggap sukar, hendaknya dipelajari lebih lama agar betul-betul anda kuasai.6.    Berilah waktu yang cukup untuk setiap mata pelajaran.7.    Buatlah satuan belajar selama satu jam. Tidak ada pedoman yang pasti untuk menetapkan lama waktu belajar. Umumnya, setiap babak waktu belajar antara 80 menit sampai dengan 90 menit. Setelah anda belajar selama kurang lebih satu jam, anda dapat melakukan selingan belajar antara 5 sampai 10 menit dengan melakukan selingan makan makanan kecil, mendengarkan musik atau melakukan gerakan kecil untuk meluruskan kaki sehingga selingan perlu dilakukan agar badan tetap segar dan tidak mudah lelah.8.    Ulangilah pelajaran yang baru saja diberikan di kelas. Bacalah kembali pelajaran tersebut sebelum anda menghadapi pelajaran berikutnya.9.    Pelajarilah setiap mata pelajaran sesering mungkin. Jika anda belajar satu jam setiap hari selama enam hari berturut-turut maka anda dapat memperoleh hasil yang lebih besar daripada belajar enam jam sekaligus, tetapi hanya sehari.10. Jangan menyia-nyiakan  waktu luang.  Misalnya, ada guru yang berhalangan hadir, atau pelajaran selesai sebelum waktunya, gunakan waktu luang itu untuk belajar, diskusi atau membaca.11.     Gantilah waktu belajar yang hilang. Anda harus mengganti waktu belajar yang hilang karena melakukan kegiatan lain saat anda harus belajar. Misalnya harus menghadiri pesta pernikahan saudara sehingga waktu belajar anda ada yang hilang. Waktu yang hilang tersebut dapat diganti dengan mengurangi waktu untuk berekreasi/bermain sehingga alokasi waktu belajar anda tetap pada porsinya.B.    Petunjuk Menyusun Jadwal Belajar.            Waktu anda untuk belajar di rumah sangat terbatas, namun banyak pelajaran yang perlu anda pelajari dan banyak kegiatan belajar yang yang harus diselesaikan. Agar anda dapat membagi dan menggunakan belajar dengan baik, anda dapat membuat jadwal belajar. Ada enam langkah yang perlu anda lakukan berikut ini.1. Catatlah semua kegiatan yang sudah pasti. Kegiatan ini meliputi kegiatan rutin di luar belajar, seperti makan, mandi, kegiatan belajar di sekolah, kegiatan keagamaan, kegiatan mengembangkan bakat, kegiatan les tambahan dan istirahat.2. Menentukan waktu untuk tidur. Sebaiknya anda menyediakan waktu antara enam sampai dengan delapan jam untuk tidur. Jika anda tida ada kegiatan pada siang hari, anda dapat tidur siang selama satu jam.3.    Menentukan waktu makan, mandi, berpakaian, berhias dan lain-lain.4.   Menentukan waktu belajar (kurang lebih dua jam). Secara pasti anda telah mengetahui jumlah waktu untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah kurang lebih 5 jam. Untuk waktu belajar di rumah, dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anda masing-masing5. Menentukan waktu untuk kegiatan lain, seperti nonton televisi, mengembangkan kegemaran (hobi), dan rekreasi/bermain (kurang lebih 2 jam).6.    Gunakan hari Minggu untuk kegiatan-kegiatan selain belajar.        Untuk memperjelas uraian tersebut, di bawah ini dapat anda lihat contoh jadwal dan penggunaan waktu yang disusun oleh seorang pelajar SMP.